Hingga masih bisa kuraih dirimu
Sosok yang mengisi kehampaan kalbuku
Bilakah diriku berucap maaf
Masa yang tlah kuingkari dan meninggalkanmu
Teman yang terhanyut arus waktu
Mekar mendewasa
Masih kusimpan suara tawa kita
Kembalilah sahabat lawasku
Semarakkan keheningan lubuk
Hingga masih bisa kurangkul kalian
Sosok yang mengaliri cawan hidupku
Bilakah kita menangis bersama
Tegar melawan tempaan semangatmu itu
Hingga masih bisa kujangkau cahaya
Senyum yang menyalakan hasrat diriku
Bilakah kuhentikan pasir waktu
Tak terbangun dari khayal keajaiban ini
Oh mimpi
…
Beberapa bait syair yang takkan terlupa bahkan akan terus kuingat hingga detik terakhir aku bernafas. Lirik yang begitu tajam dan menusuk rasa. Tak terasa tetes demi tetes airmata cemas bergulir deras setiapku mendengarnya.
Mengapa ada perpisahan ketika kebersamaan kita telah mengakar dan menjadi salah satu jalinan dari sulaman hidupku? Aku sudah bisa merasakan, sisa waktu ini akan kita lalui dengan sangat cepat, secepat kita menyadari bahwa kita baru saja bermimpi. Aku menangis bila menyadari itu semua…
Kalian, sangat pemurah dan pemaaf, sungguh tiada cela. Kalian selalu membuatku bercermin betapa hinanya aku dibading kalian. Selalu ada kesalahan dan kekhilafan yang aku lakukan. Oleh karena itu belahan jiwaku, dengan segala kerendahan hati maafkanlah jiwa ini. Serta, doakanlah agar tidak lagi berulang dosa.
Aku sangat bersyukur karena Dia telah mengizinkaku mengenal kalian.
Ya Tuhan, kuatkanlah rasa persaudaraan dan cinta kasih diantara kami hingga nanti, hingga kami meraih semua hasil kerja keras kami, hingga kami menemukan tambatan hati kami, hingga jarak bermil-mil memisahkan kami. Janganlah buat hati kami terlupa ketika kami telah berhasil. Kumpulkanlah kami di suatu tempat di mana kami bisa melepaskan kerinduan di hari nanti bila di alam fana ini tak mungkin. Amin.
Prosa ini sebagai bukti cinta kasihku kepada kalian…
With Love,
Uthe
