Buku karangan Dan Brown ini memiliki daya tarik tersendiri selain novel berbau agama, Angels and Demon dan The da Vinci Code. Yang tidak hilang dari ciri khas novel-novel Brown adalah tokoh utamanya memiliki fobia terhadap situasi tertentu. Bila pada Novel berbau agama, Robert Langdon klaustrofobia, pada novel ini Rachel Sexton fobia laut. Selain itu di novel ini juga menggunakan teknologi sebagai titik perhatian kita. Penutup pada novel-novel Brown, entah mengapa, selalu mengarah ke aktivitas seks. Sebaiknya hal ini disampaikan lebih sopan agar etika dalam sastra masih dapat dipertahankan.
Saya contohkan, ketika malam pertama Fahri dan Aishya pada novel Ayat-Ayat Cinta disampaikan dengan sopan namun hal itu tidak mengurangi kesan dan pesan betapa bahagia dan indahnya hal yang dirasakan Fahri pada situasi itu.
Namun tidak dapat dipaksakan memang. Sastra timur yang sopan tidak dapat dijadikan almameter pada sastra barat yang blak-blakan dan apa adanya.
Kisah ini di-prolog-i dari terbunuhnya seorang ilmuwan dari Polandia beserta anjingnya. Kemudian kisah mengalir hingga scene Presiden US, Zach Herney mengundang Rachel Sexton untuk melihat proses pengangkatan meteorit yang berisi fosil serangga raksasa kemudian melaporkannya ketika rapat kepresidenan. Ia bersama Michael Tolland, Corky, Dr Ming, dan ilmuwan lainnya meneliti dan mengawasi pengangkatan meteorit itu hingga akhirnya diketahui meteorit itu palsu karena ditemukannya organisme renik yang seharusnya tidak berada di sana.
Petualangan yang sangat menegangkan dan mambuat saya paranoid terhadap agen mata-mata. Kisah ini juga memaparkan tentang skandal-skandal yang menarik untuk disimak.
Ciri khas lainnya dari Dan Brown adalah, dalang dari segala kekacauan yang terjadi adalah seseorang yang tidak saya sangka.
Score : 85
